Minggu, 14 April 2013

zahro club #2







Jumat, 12 April 2013

zahro club :)











Sabtu, 06 April 2013

(mengeja)

Aku membiarkan alur ini terus berjalan,
Skenario yang akan menghasilkan sebuah pertunjukkan drama.
Entah Sad atau happy ending tak penting, yang berlaku hanyalah aktris sejati akan melaksanakan perintah sutradaranya.

Aku selalu bersiap untuk banyak hal,
berdiri atau berlari.
mengahadapi setiap scene,
Memanfaatkan property yang disediakan.
Menyusun strategi dan berbincang dengan aktor lainnya.
Hanya demi sebuah drama yang apik.

Aku kamu dan semua orang di duni ini punya alurnya masing2,tak akan pernah tertukar.
Ya, sutradara nomor satu di jagat raya telah mencatatnya.

Tapi, satu-satunya yang dapat merubah takdir adalah do'a. Katamu di suatu waktu
Tentu tak akan pernah terlupakan.
Aku berjuang, aku berdo'a, dan begitu juga denganmu.
i-n-s-p-i-e-r-a-k-u
(mengeja)

Be Better, InsyaAllah :)







Kamis, 04 April 2013

bersama alam

berlari ke laut lepas,
bersumpah serapah atas tindakan gegabah .
Mendapat balasan karang disebelah dengan cibiran.
Seperti biasa ombak menghibur dengan musik termerdunya.

lanjut berlari, menghampiri kerang yang tersapu berkali-kali.
menikmati butiran pasir yang serasa memberi terapi.
pelan, dan lembut.

Lanjut berlari, menengadah.
meresapi nyanyian alam.
angin, dan nyiur hijau.

Lanjut berlari, menenggelamkan diri.
manikmati basuhan ombak.

Selasa, 02 April 2013

baca saja

Tembok bisu
catnya lusuh, kuning tua dan beberapa bercak dalam tubuhnya.
Sudah lama tampaknya ia menahan beban yang jelas harus ditanggungnya sendiri.
Ia hanya tembok di mata orang lain, tapi tidak untuk sepasang makhluk ini.
ia rekaman sekaligus saksi bisu dan tak dapat dilihat oleh orang yang tak mengerti.

Kebisuannya hanya ketika merasa tak dibutuhkan, namun ketika ia dibutuhkan ia akan memuntahkan semua memorinya.
Mengejanya satu persatu dan menggamblangkannya untuk orang yang dipercayainya.

Memang, sudah tak tampak sedikitpun kedikdayaannya,
mungkin tergerus angin peradaban.
Namun, ia tetap berusaha berdiri untuk terus setia menjadi saksi pemiliknya.
2 makhluk yang saling terikat.

Mereka yang hidup dalam keterbatasan,
mengais sisa kehidupan. dan tak pernah meratap.
tak memiliki pelindung dari sengatan matahari ataupun guyuran hujan,
hanya tembok bisu lah satu-satunya pelindung mereka.
bandingkan dengan makhluk lain di luar sana yang serba berlebihan!!
Sungguh, ironis sekali.

Hanya satu, komitmen yang menguatkan mereka.
Ketergantungan dan rasa syukur yang slalu membuat mereka merasa cukup.
Kehidupan yang begitu dirindukan.

untukmu : tembok bisu.tembok lusuh.
Rekam terus, hal yang memang bisa di abadikan.
untuk anak cucu, demi peradaban.
hanya bagi mereka yang mengerti, ungkapkan.

Senin, 01 April 2013

kacau/kicau

Aku memang tak ingat berapa panjang jaraknya, tapi aku tahu persis kebahagiaan macam apa yng mampu ku luapkan.
Bukan dengan suara sekarang, tapi dengan buliran kristal yang sengaja mengalir.
hanya sebuah foto yang mengerakkan tangan ini untuk menuliskannya melalui tuts tuts butut ini.
Keheningan dalam ruangan kamarku ini mampu memicu lahirnya kata-kata.
kebisuan yang ditimbulkan putih salju tembok ini membantu stignen jalannya.
perpaduan hijau dan merah jambu dalam plafon memberikan power luar biasa.
dan jeritan hati ini dapat spontan mengeluarkan seluruh proses ini.

Seandainya memang ini semua salah maka tunjukkan segera kepada kami.
Jangan biarkan hambamu ini berlarut2 dalam perasaan yang tak berkesudahan, apalagi harus tenggelam kepada perasaan kalut dan mengalahkan rasa cinta kami kepada Mu.
Sadarkan kami ya Rabb.