Rabu, 15 Mei 2013

pastu

1
Waktu memang tak pernah ingkar.
Ia melaju bagai roda pedati.
Menggilas fosil-fosil yang berserakan.
Menelan cerita dalam setiap scene kehidupan.

2.
Di tahun itu,
Pertama kali kebekuan tak terpecahkan.
disibukkan dengan carut marutnya perasaan.
Merekah, biarlah tetap merekah.
Sang pejantan duduk dalam keindahan.
dan sang bethari yang anggun terpaku dari kejauhan.
Waktu, berhenti. Berhianatlah!!
Disini sedang malu-malu insan menyapa, saling terbuai dengan imajinasinya.
biarlah, bertahanlah.

3.
Tahun kedua
Dengan dalih tak sengaja sang bethari berlarung
Menyebrangi arus tak berlintasan.
Bermodalkan doa dan kekuatan hasrat.
Maka  ia menjadi tuan atas waktu-waktu yang berputar.

4.
Tahun ketiga
sudah terlukiskan dalam ratusan dinding.
terkiaskan dalam ribuan bibir.
tak perlulah lagi bethari menjadi hotara.
toh, waktu ada di genggamannya sekarang.

5.
tahun ke empat
(usai)

0 komentar: